Michael Flynn adalah Letnan Jendral Angkatan Darat AS (purn,) yang kini ditunjuk oleh Donald Trump sebagai Penasehat Presiden bidang Keamanan Nasional dan Ketua Dewan Keamanan Nasional
Hal ini di lakukan untuk melawan Islam radikal, organisasi-organisasi utamanya, IS dan al Qaida, dan afiliasi maupun pengikutnya di seluruh dunia, termasuk di Amerika.
Flynn menggambarkan makna pemenangan terhadap Islam radikal dalam butir-butir berikut:
- Menghancurkan tentara jihadi dan membunuh atau menangkap pemimpinnya;
- Mendiskreditkan ideologi mereka, yang akan sangat dibantu dengan kemenangan militer kita, namun memerlukan program yang serius;
- Menciptakan seperangkat aliansi global baru abad duapuluh satu. Ini juga akan muncul secara alami dari kampanye militer dan politik;
- Memberikan tantangan langsung kepada penguasa yang mendukung musuh-musuh kita, melemahkan mereka pada titik minimum, dan menjatuhkan mereka kapanpun.
- Kita harus memberi energi pada setiap unsur kekuatan nasional dalam suatu cara yang terpadu dan sinkron agar secara efektif memberikan sumber daya pada perjuangan yang mungkin menjadi perjuangan multigenerasi.
- Kita harus melawan violent Islamists dimanapun mereka berada, menarik mereka dari safe havens, dan membunuh atau meangkap mereka.
- Kita harus secara tegas berkonfrontasi dengan pendukung dan yang sepakat dengan ideologiviolent Islamistsbaik berbentuk negara maupun non-negara dan memaksa mereka untuk mengakhiri dukungan mereka kepada musuh-musuh kita.
- Kita harus mengobarkan perang ideologi melawan Islam radikal dan para pendukungnya. Jika kita tidak dapat menjegal doktrin-doktrin musuh yang menyeru tentang dominasi kita, kita tidak dapat menghancurkan jihadis mereka.
Inti dari saran-saran yang diberikan penulis terkait strategi pemenangan
adalah, (1) dimulai dengan pengakuan siapa yang dijadikan musuh, (2)
komitmen untuk kehancuran mereka, (3) meninggalkan setiap unholy alliance
yang telah dibuat selama bertahun-tahun, dan (4) program
kontra-ideologis untuk memerangi musuh yang secaran kuat berbasis
ideologi.
Dia menunjuk beberapa fakta yang menggambarkan keadaan suram urusan di dunia Arab, yang paling memberatkan adalah yang muncul pada halaman 127-128.
Kemudian ia mengatakan sesuatu yang banyak orang takut untuk menyampaikan, yaitu:
“Islam Radikal adalah ideologi politik
totaliter yang dibungkus dengan agama Islam.” (hal 133).
[seraamedia]





