Pembantaian yang terjadi di Myanmar memaksa ribuan keluarga Muslim Rohingya mengungsi untuk menyelamatkan diri. Bangladesh menjadi tujuan mereka,karena jaraknya lebih dekat dengan Myanmar melalui sungai sungai Naf, di daerah Teknaf Cox’s Bazar.
Jumlah pengungsi muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh
dalam dua minggu terakhir menembus 270.000 warga. Mereka terpaksa
meninggalkan tanah kelahirannya untuk menghindari kekerasan pemerintahan
Myanmar, uangkap seorang juru bicara untuk Komisaris Tinggi PBB untuk
Pengungsi.
Vivian Tan mengatakan bahwa jumlah tersebut bertambah dari perkiraan
semula pada kisaran 164.000 pada hari Kamis. Kenaikan itu terjadi karena
tim telah menemukan lagi kantong pengungsi baru di daerah perbatasan.
Seorang pejabat PBB mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari
Jumat bahwa lebih dari 1.000 orang mungkin telah terbunuh di Myanmar,
kebanyakan minoritas Muslim Rohingya.
“Ini (angka pengungsi) tidak selalu mencerminkan pendatang baru dalam
24 jam terakhir namun kami telah mengidentifikasi lebih banyak orang di
berbagai area yang sebelumnya tidak kami sadari,” kata Tan.
“Angka-angka tersebut sangat mengkhawatirkan, itu benar-benar berarti
kita harus meningkatkan respons kita dan situasi di Myanmar harus
segera ditangani.”
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1MVfjnr5RE8_HkvGW56lVTRu3ZlYQF9hlfkI_UXtSWNfFWDyAlMjTjxODj39HentVylYpo6jKxbLnuYuwoIrh0HgNfTTg-W3dE7eu82tQqeI6FbNIJR1fjYrGz8vevB_AGJgsbpp08x7G/s0/zr01-min.PNG) |
| Keluarga muslim Rohingya mencapai perbatasan Bangladesh setelah
melintasi sungai sungai Naf di perbatasan dengan Myanmmar, di daerah
Teknaf Cox’s Bazar, Selasa, 5 September 2017. (AP Photo / Bernat
Armangue) |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnaFOoodFV9ZHUWvPyx7TNMPey0-9c3_W5EsxfO9Y7xfQy8uDEp3hzQ5PmOtxns_UZYZxYtjGYoKywCAiOqGxiUZX7sHagLSTqGW3b4fGBkc0IsMrhUgCUJVn8BsbCiqOw4RLU8scsDVbd/s0/zr02-min.PNG) |
| Pengungsi Muslim Rohingya berada di tempat terbuka saat hujan deras,
karena mereka ditahan oleh Border Guard Bangladesh (BGB) (militer
Bangladesh) dengan alasan melintasi perbatasan secara tidak sah, di
Teknaf, Bangladesh, 31 Agustus 2017. REUTERS / Mohammad Ponir Hossain |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQuPPM5njdEwVVsFpX4mTvYVf41wjd-2JwDuA1Ay1DRoMlvdBZcg0JgCYL9h88c44ExX_hsvBJCHWYqCyQXmsihvJNheFdV6uJeIF1SuoKTbPBOwgWEh7_gnUB9abZYvZ6DPltQb0Cgrqp/s0/zr03-min.PNG) |
| Pengungsi Rohingya berjalan di jalur berlumpur setelah melintasi
perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, 3 September 2017.
REUTERS / Mohammad Ponir Hossain |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-UaFUigS6FosCpty30EihhUrDyLAZLRA8YzUH6dPF5tkirfyGZ0my_xav6hSt2TpzFVSwInm9lep5Sifh_vFIjmhM1ucrx8B13OyXhe_3PYgPcfUU8W3C33hjWtDje8KfTGd4BypaWEF8/s0/zr04-min.PNG) |
| Salah seorang pengungsi muslim Rohingya yang lelah sedang membantu
anggota keluarganya yang sudah tua dan seorang anak kecil saat mereka
tiba di kamp pengungsi Kutupalong. Mereka menyeberang dari Myanmmar ke
perbatasan-perbatasan Bangladesh, di Ukhia, Selasa, 5 September 2017.
Orang tersebut mengatakan bahwa dia kehilangan beberapa anggota keluarga
di Myanmar. Puluhan ribu Muslim Rohingya, yang melarikan diri dari
kekerasan terakhir militer Myanmar, telah kehilangan rumah mereka.
Mereka telah berjalan berhari-hari dan telah menyerahkan simpanan mereka
yang sedikit kepada para penyelundup Myanmar dan Bangladesh untuk
melepaskan diri dari apa yang mereka gambarkan sebagai kematian. (AP
Photo / Bernat Armangue) |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAVuz9NjVRFoPddYyAVk8AtJQahzUss2W-TRhNEnRMhlXjHHmOlMzPE2acppqeWnU7eb4ZqJNt4lqkCdZ5F08YAxyk2MYULqZMn52AqUhYlGMuioLCzDbKDmtpXw11_jyXgqqgdlpTI8lV/s0/zr05-min.PNG) |
| Kelompok minoritas Rohingya, yang baru saja menyeberang ke Bangladesh
dari Myanmar, memasak makanan di dekat area Gundum Cox’s Bazar, Sabtu, 2
September 2017. Puluhan ribu orang menyeberang dengan kapal dan
berjalan kaki ke Bangladesh dalam 24 jam terakhir. saat mereka melarikan
diri dari kekerasan di Myanmar barat, ungkap UNHCR. (AP Photo / Bernat
Armangue) |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHEGkCI2njmVtReDmK9X2jRacHW4FEUDVvjKoSAdSBfLsheYFIk6cLGkPzhrl3F1fuRKOMhhh6CrkrjkQYtmUbMsHXwkVj-3HYtSvz0XrhlGqWPZIhhyphenhyphenQVh5bMamrMd-9oslJ5FC9-vLew/s0/zr06-min.PNG) |
| Pengungsi muslim Rohingya berjalan ke desa terdekat setelah melintasi
perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di
Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017. REUTERS / Mohammad Ponir Hossain |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXDwbmzgZXuowFTc1bGtwAid-FELvPR0fjqVrXVer9WdhUr4IJmlrZNbTF_FfuFd2P3cjnwY2mMDv9xZAk0_1ibLz95fDeHvh7tmdvt5C0yozpEjlYf2jZ8wAw4KsifbSJP4i2GZlPzQqj/s0/zr08-min.PNG) |
| Pengungsi muslim Rohingya berjalan ke pantai dengan barang-barangnya
setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui
Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017. REUTERS /
Mohammad Ponir Hossain |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUA3w89XLiNSl9q-CBRifcdYSO_iOKE8vlJ48YaADE8SuA-A4MhBmjOae1Qe_R8Qu4jdeoa_is9vlmw5nFCwGhH4hgLr6BKEZw6vEqQPIm5E0eSeJFb0LlD7zZM7_g5h_4TrhxfyF0DHVp/s0/zr09-min.PNG) |
| Seorang anak Rohingya dibawa dengan selempang sementara keluarganya
berjalan melalui sawah setelah melintasi perbatasan ke Bangladesh di
dekat daerah Teknaf milik Cox’s Bazar, Selasa, 5 September 2017. (AP
Photo / Bernat Armangue) |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZU-gwAwZI1lSGXK8boD8z0TZ82_iqe_SlHrhQcC5Tve4RpBiMYDX-6zNLZkcjLX-VV1Z3wYegrEvSs9i94fgR2NyyUbZC7zqA05DYY5hQa_KvwqkAMEKSgJ3dCAiaYFlkBFpyjw92Xtaj/s0/zr11-min.PNG) |
| Pengungsi muslim Rohingya duduk (tidak bisa melanjutkan perjalanan)
karena tertahan oleh Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) di daerah
terbuka setelah melintasi perbatasan, di Teknaf, Bangladesh, 3 September
2017. REUTERS / Mohammad Ponir Hossain |
![[Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian [Foto] 270.000 Muslim Rohingya Berusaha Menyelamatkan Diri Dari Pembantaian](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Csmsjn7l8IrtRzFD3MdShjUkx8rHCAc3Ql8unDY20tvZ6pKTX8Ot5XSJBsoM9GgGy_JRXajyTbrknKo6AK0_K8-LSEBuyxqYSFv7OeXJYBZY2zBszn0ONv5OhlbtBA2pV2sNp_2GeASg/s0/zr07-min%25282%2529.PNG) |
| Seorang wanita pengungsi muslim Rohingya menangis setelah melintasi
perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di
Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017. REUTERS / Mohammad Ponir Hossain |
Sumber
Baca:
Tragedi Kemanusiaan Rohingya Bukan Konflik Tapi Pembantaian