With The Truth

Blog ini semetara of dulu sob..

Rohingya Butuh Khilafah

Rohingya Butuh Khilafah
Permasalahan suku Rohingya itu bukan bencana alam yang bisa hilang hanya dengan bantuan dana dan doa, walau itu tetap harus kita lakukan secara maksimal

Masalah di sana adalah pembantaian, tidak diakui sebagai warganegara sebab beda etnis dan beda agama, mereka lalu diperlakukan seperti bukan manusia

Karena masalahnya adalah masalah fisik, karena itu solusinya pula harus fisik, penghentian pembantaian itu. Pertanyaannya, siapa sekarang yang mampu melakukan?

PBB terbukti gagal, sebab masalah ini sejak lama. ASEAN tidak berkutik, Indonesia hanya sekedar menyesalkan. Dunia juga hanya bisa mengecam tanpa aksi nyata

Penyelesaian itu hanya bisa dilakukan oleh sebuah kekuatan yang setara dengan negara juga, sebab pembantaian suku Rohingya dilakukan pula oleh negara

Negara mana yang peduli pada mereka? Tentu negara yang menjadikan ukhuwah sebagai pengikatnya, karenanya bisa melebihi sekat etnis dan sekat nasionalisme

Disini urgennya Khilafah Islam, yakni pemerintahan atas dasar Al-Quran dan As-Sunnah, yang membela kaum Muslim dimanapun berada, walau terpisah jarak

Sebagaimana dulu di masa Umar, urusan mesir adalah urusan Khalifah, urusan Yaman juga urusan Khalifah, urusan Suriah dan Mekkah juga urusannya Khalifah

Begitu syahadat sudah diucap, maka kaum Muslim adalah saudaranya, dan Khalifah adalah pelindungnya. Begitulah konsep yang diajarkan oleh Nabi kita

Sebab ummat Muslim itu satu tubuh, ketika yang satu tersakiti, maka seluruh badan merasakan pedihnya. Dan akan berbuat sesuatu agar bagian itu tak sakit lagi

Sekarang kemanakah kita berharap selain pada Khilafah? Ide yang kini justru dikriminalisasi dan dimonsterisasi? Padahal sekarang kita bisa melihat pentingnya

Kita boleh setuju atau tidak setuju, wacana Khilafah bisa didebatkan secara ilmiah, tapi secara fakta, dulu kaum Muslim dilindungi Khalifah, yang saat ini tidak terlindung. Sumber

Melalui change.org , seorang warganet membuat semacam petisi untuk pencabutan nobel perdamaian yang di berikan oleh PBB kepada Aung San Suu Kyi pada tahun 1991.

Bukan baru kali ini saja petisi di buat, sebelumnyapun  ada beberapa warganet melakukan hal yang sama namun faktanya sampai hari ini belum/tidak ada tindakan yang mengarah kesana.
Perlu di ketahiu bahawa petisi ini di kirim ke PBB, entah kurang syarat apa hingga kini belum ada respon dari organisasi yang konon berfungsi:
  1. Memelihara keamanan dan perdamaian Inetrnasional, untuk  itu PBB melakukan tindakan bersama dalam mengusahakan perdamaian sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan serta hukum Internasional.
  2. Mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa dengan menghormati hak untuk menetukan nasib sendiri berdasarkan persamaan hak dan kedaulatan.
  3. Mengembangkan kerja sama internasional untuk memecahkan masalah ekonomi, budaya, social dan keamanusiaan. 
  4. Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang baik untuk mewujudkan tujuan PBB.
Pertanyaanya, sudah tepatkah upaya petisi ini? Mengingat tindakan kekerasan/pembantaian bukan hanya terjadi di Rohingya saja. Walau demikian aksi petisi ini jauh lebih mulia di banding orang yang mengaku Islam adalah agamanya, namun hanya diam dan tak peduli.
Lalu bagaimana dengan konsep para pendahulu kita sahabat beliau Rasulullah SAW yaitu Khilafah seperti penjelasan singkat di atas?

Share: